Bamusi Siapkan Program Strategis, Bidik Penguatan Basis Keumatan dan Kebangsaan

  • Bagikan

Warta1.id – Organisasi sayap keislaman Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) menyiapkan sejumlah program strategis guna memperkuat basis sosial keumatan sekaligus kebangsaan. Langkah ini diarahkan untuk menyinergikan dua kekuatan akar rumput, yakni kaum Marhaen dan Nahdliyin, melalui pendekatan keagamaan, sosial, dan ideologis.

Calon Ketua Bamusi Jawa Tengah, Gus Muhammad Nova Mahendra, menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar agenda organisasi, melainkan bentuk kehadiran nyata di tengah masyarakat.

“Bamusi tidak boleh hanya menjadi pelengkap. Kita harus hadir dengan kerja nyata yang dirasakan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, terdapat lima langkah utama yang disiapkan untuk memperkuat peran organisasi di tingkat akar rumput.

Baca Juga :  Dapur Marhaen Hadir di Pesantren Annuriyah, Bamusi dan PDI Perjuangan Serap Aspirasi Warga

Pertama, Bamusi mendorong penguatan kapasitas kader di bidang dakwah melalui pelatihan khatib Jumat. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas penyampaian pesan keagamaan yang selaras dengan nilai-nilai kebangsaan.

Langkah tersebut juga dipandang sebagai respons atas dinamika pengelolaan masjid di sejumlah daerah yang dinilai mengalami pergeseran pengaruh kelompok tertentu.

Kedua, Bamusi menaruh perhatian pada layanan sosial berbasis keagamaan, salah satunya melalui pelatihan modin. Kader diharapkan mampu membantu masyarakat dalam pengurusan jenazah sesuai syariat, terutama saat warga menghadapi situasi duka.

Ketiga, di sektor pendidikan, Bamusi merancang pendirian Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Lembaga ini tidak hanya difokuskan pada kemampuan baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga penanaman nilai kebangsaan sejak dini.

Baca Juga :  Andika-Hendi Menang di Solo dalam Rekapitulasi Pilgub Jateng 2024

Menurut Gus Nova, penguatan pemahaman ideologi negara menjadi penting agar generasi muda memiliki keseimbangan antara religiusitas dan nasionalisme.

Keempat, Bamusi menargetkan penguatan relasi dengan para kiai dan pengelola musala di tingkat komunitas. Kelompok ini dinilai memiliki peran strategis dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat, namun seringkali belum mendapatkan perhatian optimal.

Kelima, melalui pendekatan kultural, Bamusi akan menggelar kegiatan keagamaan seperti pengajian, tahlilan, dan manaqiban yang di isi pesan-pesan kebangsaan. Upaya ini dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran berbangsa tanpa meninggalkan tradisi yang telah mengakar di masyarakat.

Baca Juga :  Gus Muhammad Nova Mahendra Siap Perkuat Nilai Pancasila Lewat Bamusi Jawa Tengah

Bamusi menegaskan, keseluruhan program tersebut merupakan bagian dari mandat ideologis organisasi untuk menjadi penghubung antara kelompok Marhaen yang identik dengan basis nasionalis dan Nahdliyin dari kalangan Nahdlatul Ulama.

“Bamusi memiliki tugas besar sebagai jembatan. Ini bukan kerja sederhana, tetapi membutuhkan konsistensi dan kehadiran nyata di tengah masyarakat,” kata Gus Nova.

Melalui strategi tersebut, Bamusi berharap dapat memperkuat basis sosial sekaligus menjaga keseimbangan antara nilai keagamaan dan kebangsaan di tingkat akar rumput.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *