Warta1.id – Keberadaan sumber air Sumur Gumuling di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, hingga kini masih terawat dan dimanfaatkan masyarakat. Lokasinya yang teduh dengan pepohonan besar menjadikan kawasan ini tidak hanya sebagai sumber air, tetapi juga tempat singgah yang nyaman bagi warga maupun musafir.
Secara bentuk, Sumur Gumuling tidak menyerupai sumur pada umumnya. Sumber air ini lebih mirip sendang atau kolam alami dengan air jernih berwarna kehijauan. Letaknya berada di selatan jalan raya Pakis–Daleman dan dapat dikenali dari gerumbul pepohonan rindang di sekitarnya.
Saat didekati, terdapat tiga pohon beringin besar serta pohon trembesi yang menaungi area mata air. Sumber air berada tepat di bawah pepohonan tersebut, membentuk satu kolam besar yang dibagi menjadi dua bagian. Pembagian ini diperuntukkan bagi pengunjung laki-laki dan perempuan dengan pembatas tembok di tengahnya.
Kondisi air yang jernih serta lingkungan yang asri membuat lokasi ini kerap dimanfaatkan untuk beristirahat. Di bagian selatan sendang juga terdapat musala kuno berukuran sekitar 3×4 meter yang masih digunakan hingga sekarang. Suasana sejuk terasa karena rimbunnya pepohonan yang membatasi sinar matahari langsung masuk ke area tersebut.
Selain sebagai sumber air, Sumur Gumuling juga memiliki nilai sejarah yang dipercaya masyarakat setempat. Berdasarkan cerita turun-temurun, lokasi ini pernah disinggahi oleh Sunan Giri saat dalam perjalanan dakwah. Dikisahkan, beliau berhenti untuk melaksanakan salat dan hendak berwudu, namun saat itu belum tersedia alat untuk menimba air di lokasi tersebut.
Terlepas dari kisah yang berkembang di masyarakat, Sumur Gumuling tetap menjadi bagian penting dari kehidupan warga sekitar. Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, kawasan ini juga menjadi salah satu titik yang menyimpan potensi wisata lokal berbasis alam dan sejarah.
Upaya perawatan yang dilakukan warga setempat menjadi kunci utama tetap terjaganya kelestarian sumber air ini. Keberadaan Sumur Gumuling diharapkan dapat terus dijaga sebagai warisan lingkungan sekaligus pengingat nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.












