Warta1.id – Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengimbau seluruh kementerian dan lembaga untuk tidak menyelenggarakan kegiatan gelar griya (open house) maupun halal bihalal secara berlebihan pada perayaan Idulfitri 2026.
Imbauan tersebut disampaikan melalui surat edaran yang telah diterbitkan dan disebarluaskan kepada seluruh instansi pemerintah pada Senin, 16 Maret 2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menjaga kesederhanaan perayaan hari raya di lingkungan pemerintahan.
Prasetyo menjelaskan, langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat yang masih menghadapi berbagai kesulitan, termasuk di sejumlah daerah terdampak bencana. Oleh karena itu, ia meminta agar pelaksanaan kegiatan yang bersifat seremonial tidak dilakukan secara berlebihan.
Menurutnya, perayaan Idulfitri tetap dapat dilaksanakan dengan penuh makna tanpa harus menonjolkan kemewahan. Pemerintah mengharapkan seluruh instansi dapat menyesuaikan pelaksanaan kegiatan dengan prinsip kesederhanaan dan kepedulian sosial.
Sebelumnya, dalam sidang kabinet paripurna, Presiden Prabowo Subianto juga telah menekankan pentingnya sikap bijak dalam menyelenggarakan kegiatan open house. Presiden mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan, sehingga pejabat negara diharapkan menunjukkan empati melalui sikap yang tidak berlebihan.
Meski demikian, Presiden juga menegaskan bahwa kegiatan ekonomi masyarakat tetap perlu dijaga. Ia menilai aktivitas seperti usaha katering dan pelaku usaha kecil tetap harus berjalan agar perputaran ekonomi tidak terhenti selama momentum Idulfitri.
Dengan adanya imbauan ini, pemerintah berharap perayaan Idulfitri 2026 dapat berlangsung secara sederhana, penuh kebersamaan, serta tetap memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara luas.












