Pabrik Pengolahan Limbah Senilai 200 Juta Dolar AS Siap Dibangun di KEK Industropolis Batang

  • Bagikan

Warta1.id – Investasi besar di sektor lingkungan bakal hadir di Jawa Tengah. Pabrik pengolahan sampah limbah plastik dan elektronik dengan nilai investasi mencapai 200 juta dolar AS dijadwalkan mulai dibangun pada akhir 2025 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.

Rencana pembangunan ini diumumkan usai penandatanganan kerja sama antara PT Green Java Solution (Malaysia) dan PT Maju Selaras Sejahtera (Indonesia). Penandatanganan dilakukan di Hotel Padma, Kota Semarang, Jumat (7/11/2025) malam, dengan disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.

Dua perusahaan tersebut akan berkolaborasi mendirikan fasilitas pengolahan limbah di atas lahan seluas 80 hektare di KEK Batang. Investasi ini disebut menjadi salah satu proyek industri pengelolaan sampah terbesar di Jawa Tengah.

Baca Juga :  554 WNI Korban Online Scam di Myanmar Alami Kekerasan, 400 Berhasil Dipulangkan

Sekda Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan dukungannya terhadap realisasi investasi tersebut. Ia menilai kehadiran industri pengelolaan limbah akan memberikan manfaat ganda bagi daerah, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.

“Dengan adanya industri pengelolaan sampah, lingkungan bisa lebih terjaga. Kami juga berharap bisa menyerap banyak tenaga kerja,” ujarnya.

Sumarno juga menyebut bahwa investasi dari Malaysia ini dapat menjadi pemicu masuknya investor lain ke Jawa Tengah, apalagi kini tersedia penerbangan langsung Kuala Lumpur-Semarang.

Director PT Green Java Solution, Nicholas, mengatakan pembangunan pabrik dijadwalkan dimulai pada Desember 2025, dengan target mulai beroperasi pada Juni 2026. Fasilitas tersebut diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja hingga 3.500 orang.

Baca Juga :  Ketua Umum PPWI Akan Intensifkan SPKT, Buka Ruang Kolaborasi Massal di TikTok

Untuk kapasitas pengolahan limbah, perusahaan masih menjalin komunikasi intensif dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Harapannya, pabrik mampu mengelola limbah hingga 100 juta ton per tahun.

“Kami berharap dapat dukungan dari Pak Gubernur Jawa Tengah,” ujarnya.

Komisaris Utama PT Maju Selaras Sejahtera, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan investasi ini sejalan dengan instruksi Gubernur Ahmad Luthfi setelah dibukanya rute penerbangan langsung Kuala Lumpur-Semarang, serta rencana pembukaan rute Semarang-Singapura.

“Tugas kita semaksimal mungkin ikut memajukan investasi, perdagangan, dan juga pariwisata di Jawa Tengah,” kata Kukrit.

Baca Juga :  Ardhi Solehudin Ajak Wartawan Jateng Junjung Solidaritas dan Tegakkan Kode Etik Jurnalistik

Ia menambahkan, kehadiran investor asing ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang kerja, serta memancing investasi lanjutan di provinsi tersebut.

Dalam kerja sama ini, kedua pihak sepakat untuk menjalankan investasi jangka panjang mencakup perencanaan induk, pembiayaan, konstruksi, operasional, hingga penempatan PT Green Java Solution di Indonesia.

Kemitraan strategis tersebut bertujuan memosisikan kawasan sebagai pusat keunggulan regional dalam teknologi lingkungan, pengurangan emisi karbon, pemulihan sumber daya, serta pengembangan infrastruktur hijau yang mengacu pada prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

Proyek ini juga diharapkan berkontribusi terhadap pengelolaan sampah nasional, program dekarbonisasi, serta percepatan ekonomi sirkular di Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *