Kepala SDN di Salatiga Protes Menu MBG, Minta Evaluasi Kualitas Makanan Siswa

  • Bagikan

Warta1.id – Kepala SDN Dukuh 5 Salatiga, Kota Salatiga, menjadi sorotan publik setelah video dirinya memprotes menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) beredar luas di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (28/2/2026) saat paket makanan MBG tiba di sekolah untuk dibagikan kepada para siswa. Dalam video yang viral, kepala sekolah tampak menegur petugas Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) dan tenaga ahli gizi yang mendampingi distribusi.

Ia menilai salah satu menu berupa roti tidak layak konsumsi dan diduga dalam kondisi tidak baik. Kepala sekolah juga mempertanyakan kesesuaian kualitas makanan dengan standar gizi dan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  Ibu dan Bayi Ditinggal di Masjid Saat Mudik, Polisi Turun Tangan

“Saya tidak bisa menerima makanan seperti ini untuk anak-anak,” ujar kepala sekolah dalam potongan video yang beredar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kepala sekolah melakukan pengecekan rutin sebelum makanan dibagikan kepada siswa. Saat itulah ditemukan sejumlah kejanggalan pada menu yang dikirimkan.

Menurutnya, kualitas makanan tersebut tidak memenuhi standar kelayakan untuk dikonsumsi anak-anak usia sekolah dasar. Ia kemudian memanggil petugas SPPG dan menyampaikan keberatannya secara langsung di lokasi.

Baca Juga :  Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 1447 H, Masyarakat Diminta Tunggu Keputusan Resmi

Aksi tersebut direkam oleh seorang warga dan diunggah ke media sosial. Dalam waktu singkat, video itu mendapat puluhan komentar dan tanggapan dari warganet.

Mayoritas komentar yang muncul di media sosial menyatakan dukungan terhadap langkah kepala sekolah. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kesehatan dan keselamatan siswa.

Sejumlah warganet juga meminta agar pelaksanaan program MBG dievaluasi secara menyeluruh, terutama terkait pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi anak usia sekolah. Namun, peristiwa ini memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme kontrol kualitas di tingkat pelaksana.

Baca Juga :  Sri Mulasih, Putri Bungsu yang Delapan Tahun Berjuang Pertahankan Tanah Warisan di Klaten

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG maupun instansi terkait mengenai insiden tersebut. Upaya konfirmasi kepada pengelola program dan dinas pendidikan setempat masih dilakukan.

Publik berharap pemerintah, termasuk lembaga yang membidangi urusan gizi nasional, dapat segera melakukan evaluasi dan memastikan setiap makanan yang didistribusikan benar-benar memenuhi standar kesehatan dan kelayakan konsumsi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *