Penumpang Ojol Alami Trauma Usai Dimaki dan Diancam Driver akibat Persoalan Rute

  • Bagikan

Warta1.id – Seorang penumpang ojek online (ojol) berinisial S mengalami kejadian tidak menyenangkan saat dalam perjalanan menuju lokasi kerjanya di kawasan Kudu, Penggaron Lor, Kota Semarang, Selasa (17/3/2026). Korban mengaku mendapat perlakuan kasar dari pengemudi hingga nyaris mengalami kekerasan fisik.

Peristiwa tersebut bermula ketika korban memesan layanan ojol dari Jalan Murbei menuju Kudu, Penggaron Lor. Saat proses penjemputan, korban sudah merasa kurang nyaman melihat kondisi kendaraan yang digunakan pengemudi.

Menurut pengakuan korban, pengemudi menggunakan sepeda motor jenis Satria FU tanpa dilengkapi penyangga ponsel (tripod) untuk navigasi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyulitkan pengemudi dalam mengikuti petunjuk arah dari aplikasi.

Baca Juga :  Ketum PW FRN Bersama 1852 Media Aktif Siap Kawal Penegakan Hukum Kasus ITE di Semarang

Di tengah perjalanan, pengemudi disebut mulai kebingungan menentukan rute dan berulang kali meminta arahan dari korban. Padahal, korban mengaku baru pertama kali menuju lokasi tersebut dan kondisi baterai ponselnya dalam keadaan hampir habis.

Situasi semakin memanas ketika pengemudi menolak menggunakan peta digital dengan alasan kesulitan melihat ponsel saat berkendara tanpa penyangga. Akibatnya, rute perjalanan yang seharusnya melewati kawasan Sapen justru melenceng hingga ke daerah Jamus.

Baca Juga :  SPBU 44.531.28 Kedungpring Diduga Layani Pengisian Solar Bersubsidi dengan Jerigen

Korban yang saat itu tengah terburu-buru karena sudah ditunggu pelanggan jasa salon panggilannya mengaku semakin tertekan dengan situasi tersebut. Alih-alih memperbaiki kesalahan rute, pengemudi justru meluapkan emosi kepada korban.

Korban menyebut dirinya dimaki dengan kata-kata kasar dan sempat diancam akan dipukul oleh pengemudi. Beruntung, insiden tersebut tidak berlanjut pada tindakan kekerasan fisik.

Baca Juga :  Warga Sumogawe Resah, Diduga Ada Praktik Sabung Ayam di Permukiman

Kejadian ini menambah catatan persoalan dalam layanan transportasi berbasis aplikasi, khususnya terkait profesionalitas pengemudi dan penggunaan teknologi navigasi selama berkendara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak aplikator terkait insiden tersebut maupun kemungkinan sanksi terhadap pengemudi yang bersangkutan.

Korban berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta para mitra pengemudi untuk lebih mempersiapkan perlengkapan berkendara, termasuk penggunaan penyangga ponsel, guna mendukung keselamatan dan kenyamanan penumpang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *