Viral Klaim Polisi Temukan 30 Ton Ginjal TKI di Mobil Sayur, Ternyata Hoaks

Warta1.id – Sebuah unggahan video di media sosial TikTok yang menarasikan penemuan 30 ton ginjal milik Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di dalam mobil boks pengangkut sayur ramai diperbincangkan warganet. Video tersebut memunculkan kekhawatiran sekaligus kemarahan publik karena menyebut adanya dugaan praktik perdagangan organ tubuh.

Namun setelah ditelusuri, informasi tersebut tidak benar.

Berdasarkan hasil penelusuran dari laman pemeriksa fakta TurnBackHoax, tidak ditemukan sumber kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Tidak ada laporan resmi dari kepolisian maupun pemberitaan media arus utama yang mengonfirmasi adanya temuan 30 ton ginjal seperti yang dinarasikan dalam video.

Baca Juga :  Dituduh Sebar Hoaks, Media Realita News Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU Brebes

Tim pemeriksa fakta juga menemukan bahwa foto yang digunakan dalam video tersebut merupakan hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Hal ini terlihat dari sejumlah kejanggalan visual, seperti warna yang tidak realistis serta keberadaan kotak bertuliskan “HUMAN KIDNEYS (Ginjal Manusia)” yang tampak seperti tempelan digital dan tidak menyatu secara alami dengan objek di sekitarnya.

Baca Juga :  Aparat Penegak Hukum Jangan Main-Main, Agus Flores : "Jika Tersangka Tidak Ditahan Besok Saya ke Palembang"

Selain itu, video yang beredar diketahui mengambil cuplikan dari kanal YouTube Bicara Saja dengan judul “MENGERIKAN!! MOBIL SAYUR BAWA 30 TON GINJ4L TKI KE KAMBOJA. DAN TERNYATA…” yang diunggah pada 17 Juli 2025. Pada bagian awal video tersebut, pengelola kanal secara eksplisit menyampaikan bahwa kisah yang dibawakan merupakan karya fiksi.

Baca Juga :  Sidang Gugatan Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Digelar, Roy Suryo dan Sejumlah Tergugat Mangkir

Dengan demikian, klaim mengenai polisi menemukan 30 ton ginjal TKI di mobil boks sayur dapat dikategorikan sebagai hoaks.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan membagikan informasi di media sosial. Pastikan informasi berasal dari sumber resmi dan telah terverifikasi, terutama jika berkaitan dengan isu sensitif seperti perdagangan organ tubuh yang berpotensi menimbulkan keresahan publik.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *