Anggota Intel Polda Jawa Tengah Disandera Mahasiswa Saat Aksi May Day di Semarang

  • Bagikan

Warta1.id – Seorang anggota Intel Polda Jawa Tengah berinisial E sempat disandera oleh sejumlah mahasiswa saat aksi demonstrasi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) yang berlangsung di Kota Semarang pada Kamis malam, 1 Mei 2025. Anggota yang mengenakan pakaian hitam dan diketahui sebagai anggota intelijen Polda Jawa Tengah itu terjebak di tengah kerumunan peserta aksi, yang memicu insiden penyanderaan.

Video penyanderaan yang beredar luas di media sosial menunjukkan anggota intel tersebut sempat diinterogasi oleh sejumlah mahasiswa. Insiden ini menyebabkan kehebohan, namun Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengonfirmasi bahwa anggota yang bersangkutan dalam keadaan baik-baik saja.

Baca Juga :  Ketum PW FRN Bersama 1852 Media Aktif Siap Kawal Penegakan Hukum Kasus ITE di Semarang

“Satu dari Polda Jateng, inisial E, baik, sehat walafiat,” ujar Artanto saat dikonfirmasi pada Kamis malam.

Lebih lanjut, Artanto menjelaskan bahwa Wakapolda Jawa Tengah, Kombes Pol Latif Usman, telah berkoordinasi dengan pihak rektorat Universitas Diponegoro (Undip) untuk memastikan keselamatan anggota yang disandera. “Alhamdulillah, anggota sudah bisa keluar dari kampus dan kembali ke kantor,” tambahnya. Ia juga menambahkan bahwa ratusan mahasiswa Undip yang sempat terjebak di dalam kampus akibat situasi tersebut telah kembali ke rumah dengan aman.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Kota Lama Semarang, Api Menghanguskan Sejumlah Bangunan Ikonik

“Anggota Provos Polda Jawa Tengah mengawal mereka dan mempersilakan untuk pulang dengan aman dan tertib,” ungkap Artanto.

Kericuhan antara mahasiswa dan aparat kepolisian terjadi sekitar pukul 17.15 WIB, ketika massa aksi mencoba memaksa masuk dan melemparkan benda ke arah petugas. Dalam upaya membubarkan kerumunan, polisi menembakkan gas air mata, yang membuat demonstran berhamburan mencari tempat aman. Sejumlah demonstran berpakaian hitam kemudian ditangkap dan dibawa ke dalam truk.

Baca Juga :  Santunan dan Kebersamaan Warnai Safari Ramadan di Semarang Tengah

Kegiatan demonstrasi yang berlangsung hingga malam hari tersebut sempat memanas, dan pihak kepolisian melakukan penyisiran di kawasan Jalan Pahlawan hingga Universitas Diponegoro. Aksi massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB setelah polisi berhasil menenangkan situasi.

Hingga Kamis malam, aparat kepolisian masih terlihat berada di sekitar Undip, menghalangi mahasiswa keluar dari kampus. Sekitar pukul 23.00 WIB, situasi pun mulai kondusif, dan mahasiswa dapat pulang dengan aman setelah polisi membubarkan barikade mereka.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *